Istana Siak Sri Indrapura menjadi tempat pertama kita kunjungi jika kita berlibur di Kabupaten Siak. Wisata di Siak satu ini merupakan Istana Megah peninggalan Kesultanan Siak yang merupakan sebuah Kerajaan Islam terbesar di Riau pada abad 16 – 20 yang lalu.Istana Siak Ini di bangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaiffudin pada tahun 1889 m.
Untuk pengunjung ketahui, di Istana Siak ini ada alah satu Peninggalan Sejarah Alat Musik Clasic yang di dunia ini hanya ada 2 buah. 1 buah di negara jerman dan 1 buah lagi di indoensia tepatnya berada di Istan Siak. Alat musik klasik ini namanya Komet.
2. Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah
Sekedar untuk pengunjung ketahui, sebelum berdirinya jambatan siak yang megah ini masyarakat menggunakan sampan untuk menyebarang atau menyeberang melalui penyebrangan Teluk Misjid. selain jambatan ini menjadi ikon Kabupaten Siak, tentu jambatan ini sangat bermanfaat sekali karena dengan jambatan ini bisa menghubung 2 daerah dari atas sungai Siak Besar. oleh Pemerintah Kabupaten Siak, jambatan ini di beri nama Tengku Agung Sultanah Latifah. nama ini di ambil dari nama Permaisuri Raja Sultan Syarif Kasyim II.
Jembatan ini menjadi Objek Tempat wisata di Siakyang Ke 2 setelah Istana Siak, selain kemegahan dan keindahan jembatan siak ini memiliki keunikan yang tidak ada di jambatan lainnnya di provinsi riau. Di atas jambatan siak ini berdiri 2 menara kokoh yang menambah kemegahan jambatan ini. untuk menaiki menara yang memiliki ketinggian 80Meter ini, telah di sediakan dua buah Lift.
kedapannya oleh pemerintah kabupaten siak, di atas kedua menara yang megah ini akan dibangun lokasi kafe sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan panorama Kota Siak yang dilintasi sungai yang meliuk bak seekor naga.
3. Balai Kerapatan Adat Siak
Balai Kerapatan Adat Siak juga menjadi Objek tempat wisata di siak. Balai Kerapatan Adat Siak di bangun pada tahun 1886 di masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim, Sultan Siak ke XI.
Pembangunannya dilakukan secara gotong royong oleh penduduk yang mendalami wilayah Datuk Empat Suku, yaitu Datuk Suku Tanah Datar, Datuk Suku Pesisir, Datuk Suku Lima Puluh, dan Datuk Suku Kampar. Balai yang dibuat untuk Penobatan Para Raja ini, juga di fungsikan untuk tempat di adakan musyawarah oleh para petinggi kerjaan dan tempat diadakan persidangan.
Balai yang memilik dua arah pintu masuk ini, dimana pintu masuk yang satu berhadapan dengan jalan raya dan yang satu berhadapan dengan sungai dibangun di lahan sekitar 4477.00 m2 dengan luas bangunan 1205.00 m2.
Bangunan yang berbentuk panggung dan terdapat dua lantai atau dua tingkat ini didalamnya terdapat Ruang utama, ruang sidang, ruang panitera, dan ruang tungggu yang terletak di baian atas. sedangkan di bagain bawah terdapat tiga ruangan yang di fungsikan sebagai kantor untuk para tuan kadi kerjaaan.
4. Masjid Raya Syahabudin
Masjid yang dibangun pada tahun 1926 oleh Sultan Assayyidis Syarif Kasim Abdul Jalil Saefudin terletak 500 meter dari Istana Siak, Masjid ini di beri nama Masjid Raya Syahbudin. selain menjadi Tempat Ibadah umat muslim, Masjid ini juga menjadi tujuan pengunjung jika berwisata ke istana siak. Masjid juga ini merupakan peninggalan bersejarah kerajaan siak .
6. Komplek Makam Raja Siak
Komplek Makam Raja Siak merupakan peninggalan sejarah yang memiliki nilai budaya yang tinggi dan patut untuk dilestariakan dan dapat dijadikan Objek Wisata.
7. Queen Star Waterpark Siak
QUEEN STAR Waterpark merupakan satu satunya Waterpark yang adi di kabupaten siak. Di waterpark ini pengunjung bisa menghabiskan waktu bermain sambil menikamti berbagai macam wahana air yang sangat seru. Biasanya QUEEN STAR Waterpark akan ramai di kunjungi pada hari libur, seperti hari minggu dan hari libur nasional.
8. Taman Kota Siak Sri Indrapura
Bagi Pengunjung yang telah berkeliling ke wisata yang ada di siak, tak ada salah melepas lelah di taman kota ini. Selain beristirahat di taman ini, kita juga bisa menikmati pemandangan yang indah di sekitar taman sekalian berselfi ria di sela-sela istirahat.
9. Turap Siak
10. Danau Alam Zamrud
Danau yang terletak di ladang minyak milik Coastal Plan Pekanbaru (CPP) berada di Desa Zamrud, Kecamatan Siak Sri Indrapura. Danau yang berjarak 180 Km dari pekanbaru ini bisa tempuh dengan waktu 3 jam dengan mengunakan kenderaan roda dua maupun roda empat.
11. Tangsi Belanda Siak
Tangsi Belanda ini tinggal berupa bagian dinding-dindingnya. Bagian atap, papan lantai kedua, pintu, dan jendela sudah hilang. Secara umum bangunan benteng Belanda ini sudah rusak parah, tetapi bentuk aslinya masih dapat dilihat.









